PORSADIN VII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan

๐Ÿ†โœจ PORSADIN VII TINGKAT PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2026 โœจ๐Ÿ†

Alhamdulillah, dengan penuh rasa bangga, Kota Palembang berhasil meraih JUARA UMUM I ๐Ÿฅ‡๐Ÿ† pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026!

Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, semangat juang, kedisiplinan, serta dukungan para pembina, pelatih, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengantarkan kontingen Kota Palembang meraih hasil terbaik.

๐ŸŽ‰ Perjuangan Belum Berakhir!

Keberhasilan meraih Juara Umum I menjadi langkah awal untuk melanjutkan perjuangan ke PORSADIN Tingkat Nasional. Dengan semangat dan tekad yang kuat, kontingen Kota Palembang siap melangkah ke tingkat nasional untuk membawa nama baik Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan serta mengukir prestasi yang lebih gemilang.

PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, mengembangkan bakat dan kreativitas santri, serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan berprestasi.

Selamat kepada seluruh kontingen Kota Palembang! Teruslah berjuang, kobarkan semangat, dan tunjukkan kemampuan terbaik di tingkat nasional. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan keberhasilan dalam setiap langkah perjuangan. ๐Ÿคฒ๐Ÿป

PALembang JUARA! ๐Ÿ†
Dari Sumatera Selatan Menuju Prestasi Nasional! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

#PORSADINVII #PORSADINSumsel2026 #PalembangJuara #JuaraUmumI #MenujuPORSADINNasional #FKDTSumsel #SantriBerprestasi #MadrasahDiniyah #SantriHebatIndonesiaKuat

Upacara Hari Santri bersama Kanwil Kemenag Sumsel

๐ŸŒฟ UPACARA PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 2026 ๐ŸŒฟ

Bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan

Alhamdulillahirabbil โ€˜alamin, keluarga besar Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang turut mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel).

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama, kiai, dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen santri dalam menjaga agama, bangsa, dan negara.

Setelah upacara dilangsungkan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon nyamplung sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat santri tidak hanya diwujudkan melalui ilmu, ibadah, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam merawat bumi dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Penanaman pohon nyamplung ini juga mengandung pesan bahwa kebaikan harus ditanam, dirawat, dan dijaga agar dapat memberikan manfaat di masa depan. Sebagaimana ilmu yang dipelajari di pesantren, pohon yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi sumber manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Bagi kami, santri bukan hanya generasi yang menuntut ilmu agama, tetapi juga generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur, memperkuat persatuan, menebarkan kebaikan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, semoga tumbuh semangat kepedulian lingkungan di kalangan santri sehingga tercipta generasi yang berilmu, berakhlak mulia, beriman, bertakwa, dan memiliki kesadaran ekologis.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa pengabdian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari menuntut ilmu, menjaga akhlak, menguatkan persaudaraan, hingga melakukan aksi nyata untuk kelestarian alam.

Terima kasih kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan atas kebersamaan dalam momentum penuh makna ini. Semoga sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren terus terjalin erat dalam membangun generasi santri yang unggul, religius, peduli lingkungan, dan berdaya saing.

๐ŸŒฑ Menanam Pohon, Menanam Harapan. Merawat Alam, Merawat Masa Depan.

๐Ÿ’š Jihad Santri, Jayakan Negeri!

Santri Hebat, Indonesia Kuat!

Dari pesantren, untuk agama, bangsa, lingkungan, dan Indonesia tercinta.

#HariSantriNasional2026 #KanwilKemenagSumsel #PesantrenSMB #PondokPesantrenSultanMahmudBadaruddin #PenanamanPohonNyamplung #SantriPeduliLingkungan #SantriIndonesia #JihadSantriJayakanNegeri #SantriHebatIndonesiaKuat #PesantrenUntukNegeri #PeduliLingkungan

Ringkas menjadi caption media sosialBuat pembuka lebih menarik

Pekan Olahraga dan Seni Santri Diniyah (PORSADIN) Tingkat Kota Palembang

๐Ÿ†๐ŸŽ‰ ALHAMDULILLAH! SANTRI SMB RAIH JUARA UMUM II PORSADIN TINGKAT KOTA PALEMBANG! ๐ŸŽ‰๐Ÿ†

Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang! ๐Ÿ’š๐Ÿ’›

Alhamdulillah, para santri SMB berhasil meraih JUARA UMUM II dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Santri Diniyah (PORSADIN) Tingkat Kota Palembang. ๐Ÿฅˆโœจ

Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, semangat juang, kedisiplinan, serta doa dan dukungan dari para pembina, guru, dan seluruh keluarga besar pesantren.

Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan bakat, mengukir prestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik pesantren di berbagai ajang kompetisi.

Teruslah bersinar, santri SMB! Jadilah generasi Islami yang berilmu, berakhlak mulia, kreatif, dan berprestasi. ๐ŸŒŸ

SMB BERPRESTASI, SANTRI MENGINSPIRASI! ๐Ÿ”ฅ

Selamat kepada seluruh santri dan pembina atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang. Aamiin ya Rabbal โ€˜alamin. ๐Ÿคฒ

0-0x0-0-0#

Kunjungan Direktur Pemberdayaan Pesantren ke Ponpes SMB

KUNJUNGAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN PESANTREN

Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang menyambut kunjungan Ibu Yusi Damayanti Direktur Pemberdayaan Pesantren sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, serta mendorong pengembangan dan pemberdayaan pesantren.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program, potensi, serta inovasi pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kemandirian, dan kontribusi pesantren bagi masyarakat.

Semoga kunjungan ini membawa manfaat, inspirasi, dan semangat baru bagi kemajuan pesantren.

Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang

Santri SMB Juara Lomba Got Talent pada PPSN VI Tahun 2026

๐ŸŽ‰ SELAMAT DAN SUKSES! ๐Ÿ†

Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Al Azan Ayatullah atas keberhasilannya meraih Juara Got Talent pada ajang Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) di Malang, Jawa Timur.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar pesantren sekaligus bukti bahwa santri mampu berkarya, berkreasi, dan berprestasi di tingkat nasional.

Teruslah berkarya, kobarkan semangat, dan jadilah santri yang berakhlak mulia, berprestasi, serta menginspirasi generasi bangsa.

Santri Berprestasi, Pesantren Menginspirasi! ๐ŸŒŸ

 

Pengajian Majelis Manakib Jawahirul Ma’ani Kota Palembang

Pengajian Majelis Manaqib Jawahirul Maโ€™ani di Kota Palembang merupakan kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan pembacaan manaqib, zikir, selawat, doa bersama, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak umat Islam.

Salah satu tempat yang pernah diberitakan menyelenggarakan kegiatan Manaqib Jawahirul Maโ€™ani di Palembang adalah Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin, yang berlokasi di kawasan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Kegiatan pengajian Manaqib Jawahirul Maโ€™ani

1. Pembacaan Manaqib
Pembacaan kisah dan riwayat tokoh ulama atau wali, khususnya yang berkaitan dengan Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan tradisi Manaqib Jawahirul Maโ€™ani.

2. Zikir dan Selawat
Kegiatan ibadah bersama sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

3. Tausiyah dan Pembinaan Akhlak
Penyampaian nasihat agama untuk menanamkan keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, tawaduk, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN)

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang melibatkan para santri dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penanaman semangat persatuan dan cinta Tanah Air di kalangan santri.

Dalam lingkungan pesantren, pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah di alam terbuka, tetapi juga sarana pendidikan yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, kepedulian sosial, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu mengembangkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, akhlak mulia, dan keterampilan hidup.

PPSN juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mengenal keragaman budaya Nusantara, memperluas pergaulan, bertukar pengalaman, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan. Para peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti upacara, perlombaan kepramukaan, keterampilan lapangan, kegiatan keagamaan, pentas seni budaya, bakti sosial, dan aktivitas pembinaan lingkungan sesuai dengan susunan acara penyelenggara.

Sejarah singkat PPSN di Indonesia

Buka PPSN VI 2026, Dirjen Pesantren Dorong Pramuka Santri Jadi Duta Antikekerasan dan Penjaga Lingkungan

Buka PPSN VI 2026, Dirjen Pesantren Dorong Pramuka Santri Jadi Duta Antikekerasan dan Penjaga Lingkungan

PPSN VI 2026 di Malang: Khofifah Ajak 4.500 Santri Tanam 1.000 Pohon

Menurut catatan Kementerian Agama Republik Indonesia, PPSN pertama kali diselenggarakan di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, Jakarta, pada 10โ€“14 September 2006. Sejak saat itu, PPSN berkembang sebagai wadah pertemuan Pramuka santri dari berbagai daerah di Indonesia. Penyelenggaraannya membawa tema dan pengalaman yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pembinaan santri pada masanya.

Pada tahun 2026, PPSN VI diselenggarakan di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 30 Septemberโ€“6 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 4.524 Pramuka santri dengan tema:

โ€œMembentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global.โ€

Salah satu perhatian penting dalam PPSN VI adalah ekoteologi, yaitu pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab menjaga dan melestarikan lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, santri diajak memahami bahwa menjaga kebersihan, merawat alam, mengurangi kerusakan lingkungan, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Tujuan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara

Secara umum, kegiatan PPSN memiliki beberapa tujuan penting.

  1. Membentuk karakter santri. Melatih kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kesabaran, dan sikap saling menghormati.

  2. Mengembangkan jiwa kepemimpinan. Membiasakan santri mengambil keputusan, mengatur kelompok, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab atas tugasnya.

  3. Memperkuat persaudaraan. Mempertemukan santri dari berbagai daerah, suku, bahasa, dan latar belakang pesantren.

  4. Meningkatkan keterampilan kepramukaan. Mengembangkan kemampuan tali-temali, pionering, baris-berbaris, sandi, pertolongan pertama, serta keterampilan lapangan sesuai tingkat peserta.

  5. Menumbuhkan semangat kebangsaan. Membentuk generasi santri yang mencintai Indonesia, menghargai keberagaman, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

  6. Menanamkan kepedulian lingkungan. Mendorong santri untuk menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan merawat alam.

  7. Meningkatkan kreativitas dan prestasi. Memberikan ruang untuk menampilkan seni, budaya daerah, keterampilan, dan inovasi santri.

Kegiatan yang dapat dilaksanakan

Hari Pramuka 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Bendera

1. Upacara dan kegiatan kebangsaan

Kegiatan pembukaan, apel, penghormatan bendera Merah Putih, serta kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Sinergi dan Ketangkasan, Santri Nurul Jadid Unjuk Kebolehan dalam Lomba Pioneering

2. Lomba keterampilan kepramukaan

Lomba pionering, semaphore, sandi, ketangkasan, baris-berbaris, dan keterampilan lain yang disesuaikan dengan petunjuk teknis kegiatan.

Peringati Hari Santri, PPPA Daarul Qur'an Sulsel Gelar Tahfidz Camp - Daarul Qur'an

3. Kegiatan keagamaan

Pengajian, doa bersama, pembinaan akhlak, diskusi nilai-nilai Islam, serta pembiasaan ibadah sesuai dengan jadwal dan ketentuan panitia.

Memukau! Kontingen Sulsel Bawa Energi Budaya dalam Pentas Seni Peran Saka Nasional 2025 โ€“ Warta Pramuka

4. Pentas seni dan budaya Nusantara

Menampilkan tarian daerah, pakaian adat, lagu tradisional, kuliner khas, dan kreativitas santri untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Pemda Sumbawa,MUI, PD Hidayatullah, Santri dan Gerakan Pramuka  Bersatu Menanam Ratusan Pohon - Berita Terkini - Terpercaya

5. Bakti sosial dan lingkungan

Kerja bakti, penanaman pohon, pemilahan sampah, penghijauan, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Makna PPSN bagi pondok pesantren

Bagi pondok pesantren, PPSN merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berlangsung melalui pengajian dan pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan juga berlangsung melalui kegiatan nyata yang membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama.

Santri yang mengikuti perkemahan diharapkan mampu menerapkan pengalaman yang diperoleh setelah kembali ke pesantren. Nilai-nilai seperti disiplin waktu, menjaga kebersihan, menghormati pembina, bekerja sama, dan bertanggung jawab perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, keberhasilan mengikuti PPSN tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya piala yang diperoleh. Keberhasilan yang lebih mendasar adalah terbentuknya santri yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, terampil, mandiri, serta mampu menjadi teladan di lingkungan pesantren dan masyarakat.